Surya (Enggan) Tenggelam

Kemana sinar saat kehabisan waktu? Dia sembunyi di lelapnya malam

Diantara selimut lelah, ia tetap terang saat semua terlihat serupa gelap.

Aku terkadang lupa semangat manusia itu serupa sinar, yang kadang berderang

dan tetiba menjadi (seperti) padam, padahal sinar itu tak pernah benar-benar menjadi padam

ia hanya senang bersembunyi sejenak

di balik ketenangan gelap.

Sinar pun bisa lelah di tengah gagah rupa warnanya

Dia persesis seperti malam yang berutinitas

setiap hari sembunyi kan terang di hangatnya nafas-nafas lelah manusia

diantara ruang yang disebut malam

Semangat itu terang , kadang tenggelam dan tetiba terbit kembali

Terang selalu seperti itu selamanya

Serupa hukum Tuhan yang tak pernah lekang di kekang zaman.

Rinduku pada terang serupa rasa tenang dalam pelukan Tuhan.

Rindumu pada terang serupa apa, Teman?

Advertisement

About penceritabodoh

pemikir, bertubuh mungil, suka berkelakar
This entry was posted in bobodoran. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s