*playing- Apology (Adhitia Sofyan)*
sesering apa dulu kita pernah duduk sejajar di kursi mobil yang sama? ditemani suara sayup lagu-lagu kekinian yang diputar di radio. hari itu banyak oceh sana sini yang kita keluarkan, saat dimana apapun yang kita ocehkan membuat kita tertawa bahagia. pernah waktu itu kita saling menanyakan, berapa lama Tuhan memberikan waktu pada kita untuk memiliki satu nada tawa yang sama? sebuah kekhawatiran yang saat itu sering kita utarakan, kenapa? mungkin karena saat itu kita merasa terlalu bahagia?
belakangan aku menyadari itu dahulu.
lalu sekarang apa rasanya kamu duduk disana tanpa ada aku disebelahmu? apa rasanya disana sunyi tanpa bebunyian nada tawa yang sama-sama kita keluarkan waktu itu? ah mungkin waktu yang diberikan Tuhan telah habis ya?
sampai saatnya yang kamu ketahui tentang aku, seorang teman yang gemar sekali menemanimu tertawa dan duduk disatu jajaran sama di ruang mobil itu, hanya dari kata kata orang yang kamu temui selama berkendara. sampai saatnya tanpa sebuah kepastian sebuah nada tawa yang kita pernah bunyikan bersama menjelma menjadi sebuah erangan kesakitan di hati kamu? iya, mungkin sampai saat kamu membaca tulisan ini. luka itu masih membekas.
kamu adalah sebuah senyum bahagia yang pernah Tuhan titipkan dalam potongan-potongan cerita hidup ini, jangan hilangkan itu karena mungkin orang-orang terdekatmu saat ini sedang merasakan apa yang aku rasakan. aku sedang tidak meminta kamu menanyakan, bagaimana kabar aku saat ini tanpa kamu? bagaimana cerita hidup aku selama tidak berada di sebuah ruang yang sama dengan kamu. aku hanya ingin menitipkan senyum indah kita dulu menjadi sebuah rahasia yang dulu kita pernah nikmati bersama. semoga Tuhan senantiasa memeluk erat doa-doa yang sering kamu lafazkan belakangan ini. sampai saat tulisan ini berakhir kamu akan tetap menjadi sebuah inspirasi dalam sebuah semesta bernama kenangan.